Rabu, 16 Mei 2012

sosiologi komunikasi


LEMBAGA KEMASYARAKATAN
Lembaga kemasyarakatan a/ norma” dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat. Sebab apabila kita tidak berpegang pada norma kehidupan masyarakat hdup akan kacau.
Wujud yang konkret dari lembaga kemasyarakatan adalah asosiasi (association). Contoh : universitas “lembaga kemasyarakatan”,  universitas garut “asosiasi”.
Fungsi
1.        Memberikan pedoman kpd masyarakat bagaimana mereka harus bertingkah laku / bersikap dalam menghadapi masalah” dalam masyarakat.
2.        Menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan.
3.        Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan system pengendalian sosial artinya system pengawasan diri masyarakat terhadap tingkah laku anggota”nya.
Supaya hubungan antara manusia di dalam masyarakat terlaksanakan sebagai mana di harapkan, maka di ciptakan norma” yang mempunyai kekuatan mengikat berbeda”. Supaya anggota mentaati norma yang berlaku, harus di ciptakan (social control).
Untuk dapat membedakan kekuatan mengikat norma” tsb, secara sososiologi di kenal adanya  4 pengertian, yaitu:
1.        Cara (usage)
2.        Kebiasaan (folkways)
3.        Tata kelakuan (mores)
4.        Adat istiadat (custom)
Masing” pengertian itu mempunyai dasar yang sama:
1.        Cara menunjukan pada suatu perbuatan
2.        Kebiasaan adalah perbuatan yang di ulang-ulang dalam bentuk yang sama
3.        Tata kebiasaan merupakan kebiasaan yang di anggap sbg cara berprilaku (sudah melekat)
4.        Adat istiadat adalah tata kelakuan yang kekal serta kuat  terintegrasi dg pola” prilaku masyarakat.
Contoh : kerja bakti jumsih
Dalam rangka pembentukannya sbg lembaga kemasyarakatan, norma” tersebut mengalami beberapa proses yaitu:
1.        Proses pelembagaan itu (institutionaalization) : proses yang di lewati o/ sesuatu norma kemasyarakatan yang baru u/ menjadi bagian dari salah satu lembaga kemasyarakatan sampai norma” oleh masyarakat di kenal, di akui, di hargai dan kemudian di taati dalam kehidupan sehari”.
2.        Norma” yang internalized : bahwa proses” norma” kemasyarakatan tidak hanya berhenti sampai pelembagaan saja, akan tetapi norma tsb  mendarah daging.
Pengendalian sosial dapat bersifat :
1.        Preventif / positif : menekan (merupakan suau usaha pencegahan terhadap terjadinya gangguan-gangguan pada keserasian antara kepastian dengan keadilan. Usaha” prefebtiv misalnya : di jalankan melaui proses sosialisasi, pendidikan formal dan informal).
2.        Refresif / negativ : mencegah (bertujuan u/ mengembalikan keserasian yang pernah mengalami gangguan. Berwujud penjatuhan sanksi terhadap para warga masyarakat yang melanggar atau menyimpang dari kaidah” yang berlaku).
Alat” pengendalian sosial ada 5 golongan yaitu:
1.        Mempertebal keyakinan anggota masyarakat akan kebaikan norma” kemasyarakatan.
2.        Memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat  yg taat pd norma’ kemasyarakatan.
3.        Mengembangkan rasa malu  dalam diri atau jiwa anggota masyarakat bila mereka menyimpang dari norma” kemasyarakatan dan nilai’ yang berlaku.
4.        Menimbulkan rasa takut.
5.        Menciptakan system hukum, yaitu system tata tertib dengan sanksi yang tegas bagi para pelanggar.
Menurut Gillin dan Gillin, lembaga kemasyarakatn mempunyai beberpa ciri umum yaitu sbb:
1.        Suatu lembaga kemasyarakatan a/ suatu organisasi pola” pemikiran dan pola” prilaku yg terwujud melalui aktivitas” kemasyarakatan dan hasil’nya.
2.        Suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri semua lembaga kemasyarakatan.
3.        Lembaga kemasyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
4.        Lembaga kemasyarakatan mempunyai alat” pelengkap yang di pergunakan u/ mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan.
5.        Lembaga biasanya juga  merupakan ciri khas lembaga kemasyarakatan.
6.        Suatu lembaga kemasyarakatan mempunyai suatu tradisi tertulis atau yang tak tertulis.
Tipe” lembaga kemasyarakatan dapat di klasifikasikan sbb:
a.        Dari sudut perkembangannya :
1.        Crescive institutions (lembaga” paling primer) : merupakan lembaga” yang secara tdk di sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh : hak milik, perkawinan, agama dst.
2.        Enacted institution : dengan sengaja di bentuk u/ memenuhi tujuan tertentu. misalnya : lembaga utang-piutang, lembaga perdagangan dan lembaga” pendidikan, yg semuanya berakar pd kebiasaan” dalam masyarakat.
b.       Dari sudut system nilai” yang di terima masyarakat :
1.        Basic institution : di anggap sbg lembaga kemasyarakatan yang sangat penting u/ memelihara & mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Misalnya : keluarga, sekolah”, Negara dsb.
2.        Subsidiary institution : di anggap kurang penting. Misalnya : kegiatan” u/ rekreasi.
c.        Dari sudut penerimaan masyarakat :
1.        Approved-socially sanctioned institution : lembaga” yang di terima o/ masyarakat. Misalnya : sekolah, perusahaan dagang dll.
2.        Unsanstioned institution : yang di tolak o/ masyarakat. Misalnya : penjahat, pemeras, pencoleng dsb.
d.       Dari sudut penyebarannya :
1.        General institution : di kenal o/ hampir semua masyarakat dunia. Misalnya : agama.
2.        Regulative institution : di anut o/ masyarakat” tertentu di dunia ini. Misalnya : agama islam, budha, dsb.
e.        Dari sudut fungsinya :
1.        Operative institution : berfungsi sbg lembaga yg menghimpun pola” atau tata cara yg di perlukan untuk mencapai tujuan lembaga yg bersangkutan. Misalnya : lembaga industrialisasi.
2.        Restricted institution : bertujuan untuk mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian mutlak lembaga itu sendiri.
Cara” pendekatan / mempelajari lembaga kemasyarakatan dapat di rinci ke dalam :
1.        Analisis historis : bertujuan meneliti sejarah timbul dan perkembangan suatu lembaga kemasyarakat tertentu. Misalnya : perkawinan yg monogamy, keluarga batih, dsb.
2.        Analisis komparatif : bertujuan menelaah suatu lembaga suatu kemasyarakat tertentu dalam pelbagai masyarakat berlainan ataupun pelbagai lapisan sosial masyarakat tersebut.
3.        Analisis hubungan antara lembaga” kemasyarakatan yang terdapat dalam suatu masyarakat tertentu.
Conformity dan deviation
Masalah conformity dan deviation berhubungan erat dengan social control. Conformity berarti proses penyesuaian siri dengan masyarakat sengan cara mengindahkan kaidah dan nilai” masyarakat. Sebaliknya, deviation adalah penyimpangan terhadap kaidah dan nilai” dalam masyarakat.
Kelompok sosial : adanya interpedensi : ketergantungan (kata kunci)
Kelompok sosial merupakan himpunan / kesatuan manusia untuk hidup bersama Karena adanya hubungan komunikasi antara mereka.
Definisi lembaga
o    Leopold Von Wiese & Howard Backer mengartikan lembaga sosial sbg suatu jaringan proses hubungan antar manusia dan antar kelompok manusia yg berfungsi u/ memelihara hubungan tersebut serta polanya sesuai dg kepentingan manusia kelompoknya.
o    Summer melihat dari sudut kebudayaan yang mengartikan lembaga sosial sbg perbuatan, cita”, sikap dan perlengkapan kebudayaan yang bersifat kekal serta bertujuan u/ memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal yg di anggap penting adalah agar ada keteratyran dan integrasi dalam masyarakat.
Proses pelembagaan
1.        Lembaga berkembang secara berangsur” dr kehidupan sosial manusia.
2.        Biasanya dalam kehidupan, org mencari cara yg praktis u/ memenuhi kebutuhan nya, mereka menemukan pola yg dapat di jadikan kebiasaan yang baku setelah di lakukan berulang”.
Ketertiban sosial
·         Merupakan system kemasyarakatan hubungan dan kebiasaan yang berlangsung secara lancer demi mencapai sasaran masyarakat, tergantung pada jaringan peran dimana setiap individu melakukan  kewajiban tertentu terhadap orang lain dan berhak menerima haknya dari orang lain juga.
·         Masyarakat yang teratur hanya dapat tercipata jika sebagian besar warga masyarakat melakasanakan kewajiban mereka mampu menuntut hak mereka dari orang lain. Agar jaringan pelaksanaan  kewajiban dan penerimaan hak secara timbal balik berlangsung dg baik di perlukan pengendalian sosial.
·         Dalam hal pengendalian sosial menurut Durkheim :
o    Bahwa fakta sosial dapat di ketahui dari kekuatan paksaan luar yang di jalankan / yang dapat di jalankan terhadap individu.
o    Adanya kekuatan paksaan luar dapat di lihat dari sanksi tertentu/ perlawanan yang d berikan terhadap setiap usaha individu yang melanggar fakta sosial.
o    Berada di luar individu & memilki daya paksa u/ mengendalikan individu tersebut.
o    Jadi individu harus mentaati sejumlah aturan yang terdapat dalam masyarakat. Artinya masyarakay yang menjalankan pengendalian sosia; terhadap indvidu.
·         Burger mendefinisikan pengendalian sosial sbg:
o    Berbagai cara yang di gunakan masyarakat untuk mentertibkan anggota yang membangkang. Cara yg di gunakan masyarakat sering kali dg paksakan fisik.
o    Kekerasan fisik dapat di gunakan secara resmi dan sah manakala semua cara paksaan lain gagal. Namun pengendalian sosial berupa paksaan fisik terkadang di anggap tdk resmi dan juga tidak sah.
o    Di samping paksaan fisik terdapat cara lain yang di gunakan masyarakat dalam mengendalikan anggotanya yaitu dg cara membujuk.
o    Bahwa dalam setiap indivdu dalam msayarkat berada di pusat seperangkat lingkaran konsentris yg masing” mewakili suatu sitem pengendalian sosial.
·         Menurut Roucek cara” pemaksaan konformitas prilaku sangat banyak macamnya, desas-desus, mengolok, mengucilkan dan menyakiti. Bisa di lakukan pula cara dan teknik pengendalian sosial melalui saluran ideology, bahasa, seni, rekreasi,organisasi rahasia, cara tanpa kekerasan, terror pengendalian ekonomi, perencanaan ekonomi dan sosial dll.
·         Cara melakukannya bisa melalui institusi / tanpa institusi bisa dengan lisan, secara simbolis, dengan kekerasan, dengan imbalan bersifat formal maupun informal.
·         Sebenarnya pengendalian sosial berkaitan erat dg conformity (kepatuhan) dan deriakan (penyimpangan). Conformity : proses penyesuaian diri dengan masyarakatnya dengan cara” mengindahkan kaidah”. Deviation : melakukan kerusakan / kehancuran.
·         Kaidah dan nilai masyarakat timbul karena di perlukan sebagai pengatur hubungan antar seseorang dengan orang lain / kelompoknya. Kaidah, nilai mengharapkan agar semua warga masyarakat memiliki conformity.
·         Biasanya conformity pada masyarakat tradisional masih menggunakan tradisi atau adat.
Cara yang di gunakan dalam pengendalian sosial :
        1.            Melalui sosialisasi  :
·         Frommi jika suatu masyarakat ingin berfungsi secara efisien. Maka para anggotanya harus memiliki sifat yang membuat mereka yang berbuat sesuai dengan apa yang harus di harapkan oleh masyarakat tsb / perkenalan.
        2.            Melalui tekanan sosial (merupakan kenutuhan) :
·         kita akan tertekan karna ada paksaan untuk menyamai identitas kelompok tersebut.
·         Lapire : menyatakan pengendalian sosial terutama sbg suatu proses yang lahir di kebutuhan individu akan penerimaan kelompoknya.
·         Ash & tuddenham : bahwa banyak orang lebih senang mengubah pandangan mereka dari pada menentang pandangan kelompoknya.
        3.            Melalui kekuatan (masyarakat perkotaan yg lebih kompleks) : perilaku individu berhasil di kendalikan o/ nilai alat yang di tunjang o/ pengendalian.
LAPISAN MASYARAKAT
Lapisan  sosial :  gejala universal yg merupakan bagian dari system sosial setiap masyarakat.
Definisi :\
§  Pitirim A ASorokin : pembedaan penduduk / masyarakat ke dalam kelas” secara bertingkat (hirarkis).
§  Max Weber : identik dg kehormatan kemasyarakatan yg di namakan dg status group dengan muatan dasar” ekonomis dan kedudukan sosial yg di miliki seseorang.
Ø  Bentuk karena perolehan : stratifikasi keturunan, jenis kelamin, staratifikasi hubungan kekerabatan
Ø  Bentuk statifikasi karena raihan : stratifikasi pendidikan, pekerjaan, ekonomi.
v  Stratifikasi terbuka : di ukur mudah tidaknya & sering tidaknya seorang mempunyai status tertentu (pendidikan).
v  Stratifikasi tertutup :
Asal usul stratifikasi : sebagian besar masyarakat primitive tidak mempunyai kelas.
Karl Mark : adal usul kelas sosial berasal dari pertentangan kepentingan historis.
Aliran mengenai sebab terjadinya stratifikasi sosial :
·         Aliran fungsional : di butuhkan demi kelangsungan hidup masyrakat.
·         Aliran konflik : timbul akibat dari masyarakat berkembang pembagian kerja yg memungkinkan timbulnya pebedaan kebayaan, keluarga, kekuasaan, prestise, sehingga sejumlah anggota masyarakat bersaing bahkan terlibat dalam konflik u/ memilikinya.
Pola asuhan anak menurut perbedaan dlm perilaku kelas cenderung mempengaruhi nasib.
Pendekatan dalam mempelajari stratifikasi sosial :
·         Pendekatan objektif, berupa variable dapat di ukur secara stratify
·         Pendekatan subjektif : dengan menyusun survey u/ menilai stratifikasi sendiri.
·         Pendekatan reputational
Masalah stratifikasi sosial :
·         Factor ekonomi
·         Factor suku bangsa
·         Factor seks
·         Factor usia
Timbulnya pelapisan sosial
Selama dalam satu masyarakat ada sesuatu yang di hargai, dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang di hargainya, sesuatu itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya system lapisan dalam masyarakat itu. Sesuatu yang di hargai didalam masyarakat dapat berupa uang atau benda” yang bernilai ekonomis, tanah kekuasaan, ilmu pengetahuan, kesalehan dalam agama / mungkin juga keturunan yang terhormat.
Pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas” secara bertingkat (secara hierarkis).
Ada dua tipe sistem lapisan sosial, yaitu:
1.        Dapat terjadi dengan sendirinya
2.        Sengaja di sususn u/ mengejar tujuan bersama
Pedoman untuk meneliti pokok: terjadinya proses lapisan dalam masyarakat :
1.        Pada system yg ada dlm masyarakat, system demikian hanya mempunyai arti khusus bagi masyarakat” tertentu.
2.        System lapisan dapat di analisis dalam arti”
a.        Distribusi hak” istimewa yang objektif seperti misalnya penghasilan, kekayaan, keselamatan (kesehatan, laju kejahatan).
b.        System pertanggaan yang di ciptakan o/ para warga masyarakat (prestise dan penghargaan).
c.        Criteria system pertentangan dapat berdasarkan kualitas pribadi, keanggotaan kelompok kerabat tertentu, milik, wewenang atau kekuasaan.
d.        Lambang’ kedudukan, seperti tingkah laku hidup, cara berpakaian, perumahan, keanggotaan pada suatu organisasi dan selanjutnya.
e.        Mudah-sukarnya bertukar kedudukan.
f.         Solidaritas di antara individu atau kelompok” sosial yang menduduki kedudukan yang sama dalam sistem sosial masyarakat.
·         Pola’ interaksi (struktur klik, keanggotaan organisasi, perkawinan dsb)
·         Kesamaan atau ketidaksamaan system kepercayaan, sikap dan nilai”.
·         Kesadaram akan kedudukan masing”.
·         Aktivitas sebagai organ kolektif.
Kelas sosial (social class)
Kelas sosial adalah semua ornag dan keluarga yang sadar akan kedudukannya di dalam suatu lapisan, sedangkan kedudukan mereka itu di ketahui serta di akui oleh masyarakat umum.
Beberapa pendapat tentang kelas sosial.
Kurt B. Mayer : Istilah kelas hanya di pergunakan u/ lapisan yang di berdasarkan atas unsur” ekonomis, sedangkan lapisan yang berdasarkan atas kehormatan kemasyarakatan di namakan kelompok kedudukan (status group).
Max Weber : membuat perbedaan antara dasar” ekonomis dan dasar’ kedu’kan sosial, dan tetap menggunakan istilah kelas bagi semua lapisan, adanya kelas yang bersifat ekonomis di baginya lagi dalam kelas yang bersandarkan atas pemilikan tanah dan benda”, serta kelas yang bergerak dalamm bidang ekonomi dengan menggunakan kecakapannya. Adanya golongan yang mendapat kehormatan khusus dari masyarakat dan di namakannya stand.
Joseph Schumpeter : terbentuknya kelas dalam masyarakat Karena di perlukan u/ menyesuaikan masyarakat dengan keperluan” yang nyata, akan tetapi makna kelas dan gejala” kemaasyarakatan lainnya hanya dapat di mengerti dengan benar apabila di ketahui riwayat terjadinya.
Definisi lain dari kelas sosial adalah berdasarkan beberapa criteria tradisional, yaitu:
1.        Besar atau ukuran jumlah anggota”nya.
2.        Kebudayaan yang sama, yang menentukan hak” dan kewajiban” warganya.
3.        Kelanggengan.
4.        Tanda” / lambang’ yang merupakan ciri” khas.
5.        Batas” yg tegas (bagi kelompok itu terhadap kelompok lain).
6.        Antagonisme tertentu.
Sehubungan dengan criteria tersebut di atas, kelas menyediakan kesempatan atau fasilitas” hidup tertentu. Sosiologi menamakannya life chances.
Ukuran” yang biasa di pakai untuk menggolong-golongkan anggota maysarakat ke dalam lapisan” adalah :
1.        Ukuran kekayaan (materiil)
2.        Ukuran kekuasaan
3.        Ukuran kehormatan
4.        Ukuran ilmu pengetahuan
Unsur” baku dalam system lapisan sosial dalam masyrakat adalah sbb:
a.        Kedudukan (status)
Kedudukan merupakan tempat seseorang dalam suatu pola tertentu, dan seseorang dapat memiliki beberapa kedudukan. Ada dua macam kedudukan yang di kembangkan dalam masyarakat, yaitu sbb :
a.        Ascribed status        : kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memerhatikan perbedaan” rohaniah dan kemampuan. Kedudukan tersebut di peroleh karena kelahiran. (keadaan yg berhubungan dengan turunan (perolehan) : darah biru)
b.        Achived status         : kedudukan yang di capai oleh seseorang dengan usaha” yang de sengaja. Kedudukan ini tidak di peroleh atas dasar kelahiran, tetapi bersifat terbuka bagi siapa saja, tergantung dari kemampuan masing” dalam mengejar serta mencapai tujuan”nya. (usaha” u/ memperoleh sesuatu dg sengaja)
c.        Kadang” di bedakan lagi satu macam kedudukan, yaitu assignedstatus, yang merupakan kedudukan yang di berikan. Assigne-status tersebut sering mempunyai hubungan yang erat dengan achived status, dalam arti bahwa suatu kelompok atau golongan memberikan kedudukan yang lebih tinggi kepada seseorang yang berjasa, yang telah memperjuangkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

b.       Peranan (role)
Peranan merupakan aspek dinamis dari kedudukan, yaitu seseorang yang melaksanakan hak’ dan kewajibannya. Suatu peranan mencakup paling sedikit tiga hal berikut ini,
a.        Peranan meliputi norma” yang di hubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat.
b.        Peranan merupakan suatu konsep perihal apa yang dapat di lakukan o/ individu dalam masyarakat sbg organisasi.
c.        Peranan juga dapat di katakana sebagi perilaku individu yang penting bagi struktur sosial.
Chaster I. Bamard
Membahas system lapisan yang sengaja di susun dalam organisasi” formal u/ mengejar suatu tujuan tertentu. System kedudukan dalam organisasi” formal timbul karena perbedaan” kebutuhan, kepentingan dan kemampuan individu. System pembagian kekuasaan dan wewenang dalam organisasi” tersebut di bedakan ke dalam:
1.        System fungsional yang merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
2.        System scalar yang merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga kedudukan dari bawah ke atas.
Gerak sosial (social mobility)
Gerak sosial adalah gerak dalam struktur sosial, yaitu pola” tertentu yang mengatur organisasisuatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat” hubungan antara individu dalam kelompok itu dan hubungan antara individu dengan kelompoknya.
Tipe” gerak sosial yang prinsipil ada dua macam, yaitu sbb. (mobilitas dalam stratifikasi sosial) :
1.        Horizontal, yaitu bila individu atau objek sosial lainnya berpindah dari satu kelompok sosial yang satu ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. (perpindahan posisi antar bidang suatu dimensi / antar dimensi dlm lapangan yg sama).
2.        Vertical, yaitu bila individu atau objek sosial lainnya berpindah dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan lainnya yang tidak sederajat. Sesuai dengaan arahnya, maka terdapat dua jenis gerak sosial yang vertical, yaitu yang naik (social climbing) dan yang turun (social sinking). (mobilitas vertical intragenerasi & mobilitas vertical intergenerasi)
Perlunya system lapisan sosial dalam masyarakat
Mau tidak mau ada system lapisan masyarakat karena gejala tersebut sekaligus memecahkan persoalan yang di hadapi masyarakat, yaitu penenmpatan individu dalam tempat” yang tersedia dalam struktur sosial dan mendorongnya agar melaksanakan kewajiban yang sesuai dengan kedudukan serta peranannya.


KEKUASAAN, WEWENANG DAN KEPEMIMPNAN
1.        Kekuasaan mempunyai peranan dalam menentuka nasib seseorang.
Dasar pembentuka kekuasaan ;
Ø  Kebutuhan hadiah : bergantung pd orang yg mampu memberikan hadiah kepada orang lain ; di tetapkan pada bidang organisasi yg mempunyai potensi.
Ø  Kekuasaan pikiran : sumber kekuasaan ini di dasarkan rasa takut ; berkemampuan menjatuhkan hukuman kepada pihak lain, apabila pihak lain tidak mengikuti kehendak pemegang kekuasan ; kekuasaan ini di dasari atas kekuatan fisik, seperti penggunaan senjata (dlm perbuatan positif)
Ø  Kekuasaan legal : sumber kekuasaan berasal d nilai” orang yg memberi hak yg sah kpd seseorang u/ sekelompok orang u/ memperngaruhi mereka ; berarti pemegang kekuasaan dapat member hadiah atau hukuman kpd pihak lain.
·         Nilai” cultural dalam masyarakat
·         Stuktur sosial
·         Kelompok orang yg berkuasa
Ø  Kekuasaan acuan : perasaan dan keinginan dr seseorang / kelompok untuk mengidentifikasi dirinya terhadap pemegang kekuasaan.
Ø  Kekuasaan keahlian :
Hakekat kekuasaan :
·         Eli chinoy (1961) , dalam setiap hubungan antar manusia maupun antar kelompok sosial, selalu tersimpul pengertian kekuasaan & wewenang ; kekuasaan terdapat di semua bidang kehidupan & di jalankan.
Kekuasaan       : yang berkuasa
                        : yang di kuasai
·         Max Weber : kesempata dari seseorang atau kelompok orang untuk menyadarkan masyarakat akan kemauan’nya sendiri dg sekaligus menerapkan thd tindakan perlawanan dari orang’ / golongan tertentu.
Kekuasaan mempunyai bentuk yg beraneka ragam, mulai dari sumber kekuasaan. Hak milik kebendaan & kedudukan adalah sumber kekuasaan, birokrasi, kemampuan khusus dlm bidang ilmu pengetahuan tertentu, atas dasar peraturan hukum yg berlaku.
Secara formal Negara mempunyai hak u/ melaksanakan kekuasaan tertinggi, mampu menerpakan secara paksa.
Usaha mempertahakan kekuasaan :
Ø  Jalan menghilangkan segenap peraturan” lama, terutama bidang politik (kedudukannya penguasa)
Ø  Mengadakan system” kepercayaan
Ø  Pelaksanaan administrasi & birokrasi yg baik
Ø  Mengadakan konsolidasi secara horizontal & vertical.
Konsolidasi : membuat suatu jalinan / hubungan yg baik.
2.        Wewenang :  suatu hal yg telah di tetapkan dlm tata tertib sosial.
Macam” wewenang menurut Max Weber :
Ø  Wewenang kharismatik :  wewenang yg di dasarkan charisma
Ø  Wewenang traditional : tergantung pada wewenang charismatic yg berkembang.
Ø  Wewenang rasional / legal : wewenang yg di dasarkan pd system hukum yg belaku dlm masyarkat.
Bentuk” pelapisan kekuasaan :
Max iver , ada tiga lapisan kekuasaan :
Ø  Tipe pertama (tipe kata)
Ø  Tipe ke-2 (tipe oligarkis)
Ø  Tipe ke-3 (tiope demokratis)
Kekuasaan
1.        Sosiologi tidak memandang kekuasaan sebagai suatu yang baik atau buruk, namun sosiologi mengakui kekuasaan sbg unsure yang penting dalam kehidupan suatu masyarakat.
2.        Kekuasaan ada dalam setiap bentuk masyarakat, baik yang bersahaja maupun masyarakat yang kompleks.
3.        Adanya kekuasaan tergantung dari hubungan antara yang berkuasa dan yang di kuasai atau dengan perkataan lain, antara pihak yang memiliki kemampuan u/ melancarkan pengaruh dan pihak lain  yg menerima pengaruh itu, dengan rela atau karena terpaksa.
4.        Apabila kekuasaan di jelmakan pada diri seseorang, biasanya orang itu di namakan pemimpin, dan mereka yang menerima pengaruhnya adalah pengikut”nya.
Wewenang : Adalah kekuasan yang ada pada seseorang atu sekelompok orang yang mendapat pengakuan masyarakat.
Sifat dan hakekat kekuasaan
1.        Simetris
a.        Hubungan persahabatan
b.        Hubunga n sehari-hari
c.        Hubungan yang bersifat ambivalen
d.        Pertentangan antara mereka yang sejajar kedudukannya
2.        Asimetris
a.        Popularitas
b.        Peniruan
c.        Mengikuti perintah
d.        Tunduk pada pemimpin formal atau informal
e.        Tunduk pada seorang ahli
f.         Pertentangan antara mereka yang tidak sejajar kedudukannya
g.        Hubungan sehari-hari
Sumber kekuasaan
1.        Sumber
a.        Militer, polisi, criminal
b.        Ekonomi
c.        Politik
d.        Hukum
e.        Tradisi
f.         Ideology
g.        Diversionary power
2.        Kegunaan
a.        Pengendalian kekerasan
b.        Mengendalikan tanah, buruh, kekayaan material, produksi
c.        Pengambilan keputusan
d.        Mempertahankan, mengubah, melancarkan interaksi
e.        System kepercayaan nilai-nilai
f.         Pandangan hidup, integrasi
g.        Kepentingan rekreatif
Kekuasaan tertinggi
Kekuasaan tertinggi di dalam masyarakat di namakan pula kedaulatan (sovereignity) yang biasanya di jalankan oleh segolongan kecil masyarakat. Oleh Gaetano Mosca, di sebut the ruling class
Unsure” pokok kekuasaan adalah :
a.        Rasa takut
b.        Rasa cinta
c.        Kepercayaan
d.        Pemujaan
Saluran” kekuasaan adalah :
a.        Saluran militer
b.        Saluran ekonomi
c.        Saluran politik
d.        Saluran tradisi
e.        Slauran ideology
f.         Saluran lainnya (misalnya alat” komunikasi massa).
Cara” mempertahankan kekuasaan
1.        Dengan jalan meninggalkan segenap peraturan” lama, terutama dalam bidang politik, yang merugikan kedudukan penguasa.
2.        Mengadakan system” kepercayaan
3.        Pelaksanaan administrasi dan birokrasi yang baik
4.        Mengadakan konsolidasi secara horizontal dan vertical
Cara memperkuat kedudukan
1.        Menguasai bidang” kehidupan tertentu
2.        Penguasaan bidang” kehidupan dalam masyarakat yang di lakukan dengan paksa dan kekerasan
Robert M. Maclver :
Pada masyarakat terdapat tiga tipe umum piramida kekuasaan, yaitu :
1.        Tipe kasta
2.        Tipe oligarkis
3.        Tipe demokratis
Wewenang kharismatis tidak di atur oleh kaidah”, baik yg traditional maupun rasional. Sifatnya cenderung irasional. Adakalanya charisma dapat hilang karena masyarakat sendiri yg berubah dan mempunyai paham yg berbeda. Perubahan” tsb sering kali tak dapat di ikuti o/ orang yg mempunyai wewenang kharismatis tadi sehingga dia tertinggal o/ kemajuan dan perkembangan masyarakat.
Ciri” wewenang tradisional adalah :
1.        Adanya ketentuan” tradisional yang mengikat penguasa yang mempunyai wewenang, serta orang” lainnya dalam masyarakat.
2.        Adanya wewenang yang lebih tinggi ketimbang kedudukan seseorang yang hadir secara pribadi.
3.        Selama tak ada pertentangan dengan ketentuan” tradisional, orang” dapat bertindak secara bebas.
Wewenang rasional atau legal adalah wewenang yang di sandarkan pada sisitem hukum yang berlaku dalam masyarakat. System hukum di sini di pahamkan sebagai kaidah” yang telah di akui serta di taati masyarakat dan bahkan yang telah di perkuat oleh Negara. Pada wewenang yang di dasarkan pada system hukum, harus di lihat juga apakah system hukumnya bersandar pada tradisi, agama, atau factor” lain. Kemudian, harus di telaah pulahubungannya dengan system kekuasaan serta di uji pula apakah system hukum tadi cocok atau tidak dengan system kebudayaan masyarakat supaya kehidupan dapat berjalan dengan tenang dna tenteram.
Max Weber :
Wewenang adalah suatu hak yang telah  di tetapkan dalam suatu tata tertib sosial u/ menetapkan kebijaksanaan” menentukan keputusan” mengenai persoalan” yang penting, dan untuk menyelesaikan pertentangan”.
Wewenang ada tiga macam, yaitu :
1.        Wewenang kharismatis (charismatic authority)
2.        Wewenang tradisional (traditional authority)
3.        Wewenang rasional / legal (rational/ legal authority)
Kepemimpinan (leadership)
Kemampuan seseorang (pemimpin atau leader) untuk memengaruhi orang lain (yaitu di pimpin / penganut”nya) sehingga orang lain tsb bertingkah laku sbgmana di kehendaki o/ pemimpin tsb.
Kepemimpinan bisa di bedakanan menjadi dua :
1.        Sebagai kedudukan, kepemimpinan merupakan suatu kmpleks dari hak” dan kewajiban” yg dapat memiliki o/ suatu orang atau badan.
2.        Sbg proses sosial, kepemimpinan meliputi segala tindakan yg di lakukan seseorang atau suatu badan, yg menyebabkan gerak dari warga masyarakat.
Sifat kepemimpinan
        1.            Resmi (formal leadership), yaitu kepemimpinan yg tersimpul di dalam suatu jabatan.
        2.            Tidak rresmi (informal leadership), yaitu kepemimpinan karena pengakuan masyarakat dan kemampuan seseorang u/ menjalankan kepemimpinan
Berdasarkan mitologi Indonesia
Kepemimpinan yg baik tersimpul dalam Asta Brata yg pda pokoknya menggambarkan sifat” dan kepribadian dari delapan dewa. Ajaran” tradisional seperti misalnya di Jawa, menggambarkan tugas pemimpin melalui pepatah yg apabila di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berbunyi sbb:
·         Di muka member tauladan
·         Di tengah” membangun semangat
·         Dari belakang memberikan pengaruh
Seseorang pemimpin di harapkan dapat menempati ketiga kedu”kan tsb, yaitu sbg pemimpin di muka (front leader), pemimpin di tengah” (social leader), dan sebagai pemimpin di belakang (rear leader).
Kepemimpinan
·         Pemimpin tidak lepas dari kepemimpinan yg memiliki arti penting bagi kehidupan manusia.
·         Pemimpin dan kepemimpinan tdk dpt di pisahkan dr kelompok & pengikutnya, serta kehadirannya di perlukan mulai dari masyarakat primitif sampai masyarakat modern
·         Pemimpin tidak bisa berdiri sendiri, melainkan selalu ada pihak ke-2, ke-3 & seterusnya yg dpt di  katakana sbg kumpulan orang atau kelompok
Pengertian dan definisi
·         Pemimpin : seseorang yg dapat menggerakan orang lain sbg individu & kelompok u/ mencapai tujuan yg di tetapkan sebelumnya
·         Seseorang pemimpin : seorang yg berpikir positif & penuh kepercayaan diri dg visi & nilai etika yg tinggi, dg keahlian mengkomunikasi gagasan dan kemampuan memotivasi & berhubungan dg orang lain
·         Pemimpin berfungsi u/ memimpin. Cara memimpin dpt di lakukan dlm bentuk persuasi atupun paksaan
·         Kepemimpinan : proses menggerakan orang lain & kelompok.
Definisi
·         Mumpord : memandang kepemimpinan : keunggulan seseorang / kelompok dlm proses mengontrol gejala sosial
·         Blackmar : sentralisasi usaha diri seseorang sbg cerminan kekuasaan & keseluruhan.
·         Chapin : sbg titik polarisasi u/ kerja sama kelompok.
·         Kepemimpinan melibatkan berbagai aspek kepribadian dlm tingkah laku, interaksi, status, peranan, kekuasaan & inisiasi struktur.
Kecerdasan
·         Cerdas intelektual
·         Cerdas secara emosional : pintar merasa
·         Cerdas secara spiritual
Aspek’ kepemimpinan
·         Proses penggunaan pengaruh kepada orang lain
·         Perubahan tingkah laku orang lain
·         Mempengaruhi orang lain agar orang lain mau lebih banyak berusaha dlm tugas”nya (memberi motivasi kepada bawahannya)
·         Meyakinkan orang lain  bahwa apa yg baik u/ di kerjakan orang lain tadi baik u/ orang lain tsb (continous improvement)
·         Pengawasan & penyelenggaraan keadaan” u/ orang lain sehingga orang lain tsb  dpt bekerja dg baik (berhubungan dg leadership)
Pengaruh
·         Di lakukan ke bebagai arah & di lakukan secara vertical & lateral.
Pengaruh : hub. Antara perorangan yg  dpt mengakibatkan timbulnya dampak psikologis & akibat perilaku
·         Kewibawaan : kekuasaan yg di akui secara sah ()
Cara u/ mempengaruhi prilaku : secara sadar, u/ mempersiapkan dirinya menjadi insane paripurna yg bermakna.
        1.            Emulation : u/ menyamai orang / melebihi pihak lain
        2.            Suggestion : saran : mempengaruhi perilaku dg menawarkan suatu pikiran
        3.            Persuation : ajakan u/ meyakinkan pihak lain u/ memenuhi kehendak dari seseorang
        4.            Coertion : cara mempengaruhi dg jalan memaksa, di lakukan apabila belum ada kesadaran
Pembangunan karakter pemimpin :
        1.            Dampak dari meningkatnya mutu pendidikan
        2.            Kalkulatif & transendentif : di pertimbangkan dengan acuan prioritas, hakiki di utamakan 
        3.            Kritis : peningkatan daya nalar & daya analisis
        4.            Kreatif dan inovatif : memaknai, menyikapi, melihat jauh kedepan
        5.            Proaktif : gndrung akan pembaharuan” secara dinamis & produktif / mencegah : jemput bola
        6.            Komunikatif & informatif : memaknai pentingnya arti dr fungsi informasi / cepat tanggap
        7.            Pragmatis : menghindari hal yg formalistic & birokratis (simple)
Reaktif : sudah kejadian baru ribut, kebalikan dari proaktif
        8.            Kontekstual : berpikir sistemik, dengan pandangan luas
        9.            Komprehensif & integrasi : berpikir strategis & multi disiplin
     10.            Teknologis : menghendaki kecepatan dan ketepatan, efektik & efisien
     11.            Konsisten ; bernai mengambil resiko, ulet, pantang menyerah
     12.            Demokratis & berwawasan : menyadari akan visi, misi & prinsip” sehingga mampu menghargai perbedaan sehingga harus mendengarkan saran dr orang lain.
     13.            Kompetitif : berlomba” u/ maju secara professional sesuai kepentingan (pribadi/kelompok) : bersaing
     14.            Etika sosial : jujur, amanah, kerja keras & hemat
     15.            Nisioner & terbuka ; u/ menerima perubahan, pandangan serta cara” baru ; apa yg di harapkan / di cita’kan ke depannya & mesti beradaptasi dg lingkungan / kemajuan
Komitmen : setia pada keputusan yg telah di sepakati bersama.
Pembangunan karakter pemimpin memiliki makna & fungsi totalitas gerakan struktur, kultur & actor yg mengacu kpd pembangunan karakter pemimpin & komunnitas u/ mengoptimalkan potensi & energy fisik serta wawasan yg mengalir, di antaranya :
        1.            Kekuatan iman : keyakinan seseorang
        2.            Kepekaan nurani : mengikuti hati nurani
        3.            Ketajaman nalar
        4.            Kekuatan imajinasi
        5.            Kecakapan karya : menghasilkan suatu karya
        6.            Keluasan visi & persepsi : jangkauan ke dpean
        7.            Kemandirian jiwa
        8.            Memahami realitas & dinamika kehidupan era masa depan, dan tetap peduli pd lingkungannya baik internal maupun eksternal (harus kompetitif)
·         Kemampuan berpikir strategis : multi disiplin & melihat jauh kedepan dlm suatu upaya sistemik,  etis, metodik & intelektual
·         Pembangunan memiliki karakter pemimpin dpt memiliki kemampuan memahami berbagai implikasi dari segala hal apapun yg di hadapinya dg kemampuan manila, mengkritik, menemukan jarak & mengambil sikap
·         Di tuntut u/ memiliki komitmen yg utuh & kukuh.


PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN
Perubahan : setiap masyarakat selama hidupnya pasti mengalami perubahan. Perubahan bagi masyarakat yg b.sangkutan maupun bgi orang luar yg menelaahnya, dpat brupa perubahan” yg tdk menarikdlm arti kurang mencolok. Ada pula perubahan” yg pengaruhnya terbatas maupun yg luas, serta ada pula perubahan” yg lambat sekali, tetapi ada juga yg berjalan cepat.
Perubahan bisa berkaitan dengan :
·         Nilai” sosial
·         Pola” prilaku
·         Organisasi
·         Lembaga kemasyarakatan
·         Lapisan dalam masyarakat
·         Kekuasaan dan wewenang, dll.
Perubahan sosial : segala perubahan pd lembaga” kemasyarakatan did lm suatu masyarakat, yg memengaruhi system sosialnya, termasuk di dalamnya nilai”, sikap” dan pola” prilaku di antara kelompok” dalam masyarakat.
William F. Ogburn berusaha memberikan sesuatu pengertian tertentu, walau tdk member definisi ttg perubahan” sosial. Dia mengemukaan ruang lingkup perubahan” sosial meliputi unsu” kebudayaan baik yg material maupun yg immaterial, yg di tekankan adalah pengaruh besar unsure” kebudayaan material terhadap unsure” immaterial.
Kingsley Davls mengartikan perubahan sosial sbg perubahan” yg terjadi dlm struktur dan fungsi masyarakat. Misalnya, timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan “ dlm hubungan antara buruh dg majikan 7 seterusnya menyebabkan perubahan” dlm organisasi ekonomi dan politik.
Macler : perubahan” sosial di katakannya sbg perubahan” dlm hubungan sosial (social relationships) atau sbg perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.
Gillin dan Gillin mengatakan perubahan “ sosial sbg suatu variasi dr cara” hidup yg telah di terima, baik krn perubahan” kondisi geografis, kebudayaan materil, komposisi penduduk, ideology maupun krn adanya difusi ataupun penemuan” baru dlm masyarakat. Scr singkat Samuel Koenig mengatakan bahwa perubahan sosial menunjuk pd modifikasi” yg terjadi dlm pola’ kehidupan manusia yg terjadi dlm pola” kehidupan manusia yg terjadi krn sebab” intern maupun sebab” ekstern.
Selo soemardjan : perubahan” pada lembaga” kemasyarakatan di dlm suatu masyarakat, yg memengaruhi system sosialnya termasuk di dlmnya nilai”, sikap, dan pola prilaku di antara kelompok” dlm masyarakat. Tekanan pd definisi tsb terletak pd lembaga” kemasyarkatan sbg himpunan pokok manusia, yg kemudian memengaruhi segi” struktur masyrakat lainnya.
Kingsley davis berpendapat bahwa perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan dalam dalam kebudayaan mencakup semua bagiannya, yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, dan seterusnya, bahkan perubahan” dalam bentuk serta aturan” organisasi sosial. Sbg contoh di kemukakannya perubahan pada logat bahasa Aria setelah terpisah dari induknya. Akan tetapi, perubahan tersebut tidak memengaruhi organisasi sosial masyarakat,. Perubahan” tersebut lebih merupakan perubahan kebudayaan ketimbang perubahan sosial.
Perubahan sosial dan perubahan budaya :
Sebenarnya di dlm kehidupan sehari-hari, acap kali tidak mudah untuk menentukan letak garis pemisah antara perubahan sosial dan kebudayaan. Hal itu di sebabkan tidak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan,dan sebaliknya tidak mungkin ada kebudayaan yang tidak terjelma dalam suatu masyarakat. Hal itu mengakibatkan bahwa garis pemisah di dalam kenyataan hidup antara perubahan sosial dan kebudayaan lebih sukar lagi untuk di tegaskan. Biasanya antara kedua gejala itu dapat di temukan hubungan timbale balik sbg sebab dan akibat.
Bentuk-bentuk perubahan :
        1.            Perubahan lambat dan perubahan cepat
        2.            Perubahan kecil dan perubahan besar
        3.            Perubahan yang di kehendaki (intended change) atau perubahan yang tidak di kehendaki (unintended dhange) atau perubahan yang tidak di rencanakan (unplanned change)
Factor – factor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan adalah :
        1.            Sebab yang bersumber dalam masyarakat itu sendiri.
a)        Bertambah atau berkurangnya penduduk
b)       Penemuan-penemuan baru
c)        Pertentangan” dlm masyarakat
d)       Terjadinya pemberontakan / revolusi di dlm tubuh masyarakat itu sendiri

        2.            Sebab” yg berasal dr luar masyarakat.
a)        Sebab” yg berasal dari lingkungan fisik yang ada di sekitar manusia
b)       Peperangan dengan Negara lain
c)        Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
Faktor” yg mempengaruhi jalannya proses perubahan adalah :
a.        Factor” yg mendorong jalannya proses perubahan:
1)       Kontak dengan kebudayaan lain
2)       System endidikan yg maju
3)       Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan” untuk maju
4)       Toleransi terhadap perbuatan” menyimpang
5)       System lapisan masyarakat yg terbuka
6)       Pendudukk yg heterogen
7)       Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang” kehidupan tertentu
8)       Orientasi ke muka
9)       Nilai mningkatkan taraf hidup
b.        Factor” yg menghambat terjadinya perubahan:
1)       Kurangnya hubungan dengan masyarakat” lain
2)       Perkembangan ilmu pengetahuan yg terlambat
3)       Sikap masyarakat yg tradisionalistis
4)       Adanya kepentingan” yg telah tertanam dg kuat/vested interest
5)       Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan
6)       Pransangka terhadap hal” yg baru/asing
7)       Hambatan ideologis
8)       Kebiasaan
9)       Nilai pasrah
Keserasian dlm masyarakat (social equilibrium)
Suatu keadaaan dimana lembaga” kemasyarakatan yg pokok berfungsi saling mengisi.
Saluran” dlm proses perubahan adalah lembaga” kemasyarakatan dlm bidang pemerintahan, ekonomi, pendidikan, agama, rekreasi dan seterusnya. Lembaga kemasyarakatan yg merupakan titik tolak tergantung pd cultural focus masyarakat pd suatu masa yg tertentu.
Organisasi merupakan artikulasi dari bagian” yg merupakan bagian dari satu kebulatan yg sesuai dg fungsinya masing”.
Disorganisasi / disintegrasi adalah proses berpudarnya  norma” dan nilai” dlm masyarakat di karenakan adanya perubahaan” yg terjadi dlm lembaga” kemasyarakatan.
Reorganisasi / reintegrasi adalah proses  pembentukan norma” & nilai” yg baru agar sesuai dg lembaga” kemasyarakatan yg mengalami perubahan. Reorganisasi di laksanakan apabila norma” dan nilai” yg baru telah melembaga (institutionalized) dlm diri warga. Behasil tidaknya proses pelembagaan (institutionalized) tersebut dlm masyarakat, mengikuti formula sbb.
Pelembagaan : efektivitas menanam – kekuatan menentang dari masyarakat (institutionalized) kecepatan menanam.
Cultural lag (ketertinggalan budaya) merupakan ketidakserasian ddlm perubahan” unsure” masyarakat atau kebudayaan.
Gerak perubahan : perubahan bergerak meninggalkan factor yg di ubah. Akan teteapi, setelah meninggalkan factor itu, mungkin perubahan bgerak kepada sesuatu bentuk yg sama sekali baru, atau mungkin pula bergerak kearah suatu bentuk yg sudah ada di dalam waktu yg lampau.
Modernisasi :
Di dlm proses modernisasi tercakup suatu transformasi total dr kehidupan bersama yg tradisional atau pramodern dalam artian teknologis serta organisasi sosial kea rah pola” ekonomis dan politis yg menjadi cirri Negara” barat yg stabil.
Syarat” modernasasi :
1)       Cara berfikir yg ilmiah
2)       System administrasi Negara yg baik
3)       Adanya system pengumpulan data yg baik dan teratur
4)       Penciptaan iklim yg favorable dr masyarakat
5)       Tingkat organisasi yg tinggi
6)       Sentralisasi wewenang dlm pelaksanaan social planning


MASALAH SOSIAL DAN MANFAAT SOSIOLOGI
Masalah” sosial menyangkut nilai” sosial yg mencakup pula segi moral. Krn untuk dpt mengklasifikasi suatu persoalan sbg maslah sosial, harus di gunakan penilaian sbg pengukurannya. Apabila suatu masyarakat menganggap sakit jiwa, bunuh diri, perceraian, penyalahgunaan obat ius (narcotics addiction) sbg masalah sosial, masyarakat tsb tdk semata” menunjuk pd tata kelakuan yg menyimpang. Akan tetapi, sekaligus juga mencerminkan ukuran”  umum mengenai segi moral.
Masalah sosial menyangkut nilai” sosial dan moral. Masalah tsb merupakan persoalan krn menyangkut tata kelakuan yg immoral, berlawanan dg hukum dan bersifat merusak. Oleh sebab itu, masalah” sosial tak akan mungkin di telaah tanpa mempertimbangkan ukuran ‘ masyarakat mengenai apa yg di anggap baik dan apa yg di anggap buruk. Sosiologi menyangkut teori yg hanya dlm batas tertentu menyangkut nilai’ sosial dan moral, yg terpokok adalah aspek ilmiahnya.
Petunjuk terjadinya maslah sosial :
1)       Simple rates
2)       Composite indexes
3)       Komposisi penduduk
4)       Social distance
5)       Partisipasi sosial
Klasifikasi masalah sosial berdasarkan sumber”nya, yaitu ;
1)       Ekonomis
2)       Biologis
3)       Biopsikologis
4)       Kebudayaan
Klasifikasi yang berbeda mengadakan penggolongan atas dasar kepincangan” dalam warisan fisik, warisan biologis, warisan sosial, dan kebijaksanaan sosial. Klasifikasi ini lebih ruang lingkupnya drpd klasifikasi yg terdahulu.
Ukuran dlm sosiologi suatu masalah merupakan masalah sosial adalah :
a.        Tidak adanya kesesuaian antara ukuran / nilai” sosial dg kenyataan” / tindakan” sosial.
b.        Sumber’ sosial dr masalah sosial, yaitu merupakan akibat dr suatu gejala sosial atau bukan, yg menyebabkan maslah sosial yg contohnya : gagal panen (bukan gejala sosial tp menyebabkan masalah sosia)
c.        Pihak” yg menetapkan apakah suatu kepincangan merupakan gejala sosial atau tidak, tergantung dr karakteristik masyarakatnya
d.        Manifest docial problems dan latent social problems
e.        Perhatian masyarakat dan masalah sosial
f.         System nilai dan dapatnya suatu masalah sosial  diperbaiki.
Secara sosiologis, bentuk” disorganisasi keluarga antara lain adalah :
a.        Unit keluarga yg tdak llengkap krn hubungan di luar perkawinan walaupun dlm hal ini scr yuridis dan sosial belum terbentuk suatu keluarga, bentuk ini dpt di golongan sbg disorganisasi keluarga sebab ayah (biologis) gagal dalam megisi peranan sosialnya & demikian juga halnya dg keluarga pihak ayah maupun keluarga pihak itu.
b.        Disorganisasi keluarga krn putusnya perkawinan sebab perceraian, perpisahan meja dan tempat tidur, dan seterusnya.
c.        Adanya kekurangan dlm keluarga tersebut, yaitu dlm hal komunikasi antara anggota”nya. Geode menamakannya sbg empty shell family.
d.        Krisis keluarga, krn salah satu yg bertindak sbg kepala keluarga, di luar kemampuannya sendiri meninggalkan rumah, mungkin krn meninggal dunia, di hukum, atau karena peperangan.
e.        Krisis keluarga yg di sebabkan o/ krn factor” intern, misalnya krn terganggu keseimbangan jiwa salah seorang anggota keluarga
Homoseksual dapat di golongkan kedalam tiga kategori,yakni :
        1.            Golongan yg scr aktif mencari mitra kencan di tempat” tertentu, seperti misalnya bar” homoseksual.
        2.            Golongan pasif, artinya yg menunggu
        3.            Golongan situasional yg mungkin besikap pasif atau atau melakukan tindakan” tertentu.
Di Indonesia gangguan” tersebut menimbulkan masalah", antara lain :
1.        Bagaimana menyebarkan penduduk, sehingga tercipta kepadatan penduduk yg serasi untuk seluruh Indonesia.
2.        Bagaimana mengusahakan penurunan angka kelahiran, sehingga perkembangan kependudukan dapat di awasi dengan seksama.
Lingkungan hidup tersebut biasanya di bedakan dlm kategori” sbb:
1.        Lingkungan fisik, yakni semua benda mati yg ada di sekeliling manusia.
2.        Lingkungan biologis, yaitu sgl sesuatu di sekeliling manusia yg berupa organisme yg hidup (di samping manusia itu sendiri)
3.        Lingkungan sosial, yg terdiri dr orang” baik individual maupun kelompok yg berada di sekitar manusia.
Organisasi hidup
1.        B ersifat dinamis
2.        Dapat tumbuh dan berkembang biak
3.        Mampu mendapatkan dan menyimpan energy
4.        Mempunyai daya reaksi dan mampu bervariasi.
Benda mati :
1.        bersifat statis
2.        tidak tumbuh dan berkembang biak
3.        tidak mampu memperoleh energy secara aktif, akan tetapi dapat mengeluarkan sampai habis.
4.        Daya reaksi sangat kecil dan tidak mampu bervariasi
Pencemaran akan terjadii apabila did lm lingkungan hidup manusia, baik yg bersifat fisik, biologis maupun sosial, terdapat suatu bahan yg merugikan eksistensi manusia. Hal itu di sebabkan krn bahan tersebut terdapat dalam konsentrasi yg besar, yg pd umumnya merupakan hasil dr aktivitas manusia sendiri. Masalah pencemaran biasanya di bedakan dlm beberapa  klasifikasi, seperti, pencemaran udara, air, tanah, serta pencemaran kebudayaan. Bahan pencemarannya (pollutant) adalah pencemar fisik, pencemar biologis, pencemar kimiawi, & pencemar budaya dan sosial.
Cirri” birokrasi dan cara terlaksananya adalah sbb :
a.        Adanya ketentuan tugas dan resmi mengenai kewenangan yg di dasarkan pd peraturan” umum, yaitu ketentuan” hukum dan administrasi.
b.        Prinsip pertingkatan (hierarchy) dan derajat wewenang merupakan system yg tegas perihal hubungan atasan dengan bawahan (super and subordination) dimana terdapat pengawasan terhadap bawahan oleh atasannya. Hal ini memungkinkan pula adanya suatu jalan bagi warga masyarakat u/ meminta supaya keputusan” lembaga” rendahan di tinjau kembali o/ lembaga” yg lebih tinggi.
c.        Ketatalaksanaan suatu birokrasi yg modern di dasarkan pd dokumen” tertulis (files), di susun, dan di pelihara aslinya atupun salinannya. u/ keperluan ini harus ada tata usaha yg mneyelenggarakan secar khusus.
d.        Pelaksanaan birokkrasi dalam bidang” tertetentu memerlukan latihan dan keahlian khusus.
e.        Bila birokrasi telah berkembang dengan penuh, kegiatan”nya meminta kemampuan bekerja yg maksimal dr pelaksana”nya, terlepas dr kenyataan bahwa waktu bekerja pd organisasi tersebut secara tegas di batasi.
f.         Pelaksanaan birokrasi di dasarkan pd ketentuan” umum yg bersifat langgeng atau kurang langgeng, sempurna atau kurang sempurna, semuanya dapat di pelajari. Pengetahuan akan peraturan” memerlukan cara yg khusus, yg meliputi hukum, ketatalaksanaan administrasi dan perusahaan.
Beberapa masalah sosial yg penting adalah ;
a.        Kemiskinan, sbg suatu keadaan dimana seseorang tidak snaggup memelihara dirinya sendiri sesuai dg ukuran kehidupan kelompoknya, dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam  kellompok tersebut.
b.        Kejahatan.
c.        Disorganisasi keluarga yaitu suatu perpecahan dalam keluarga sbg unit, oleh Karen a anggota” keluarga tersebut gagal memenuhi kewajiban” yg sesuia dg peranan sosialnya.
d.        Maslah generasi muda.
e.        Peperangan.
f.         Pelanggaran terhadpa norma” masayarakat.
g.        Masalah kependudukan.
h.        Masalah lingkungan.
i.         Birokrasi.
Menurut ogburn dan Nimkoff, prasyarat suatu perencanaan sosial yg efektif adalah :
1.        Adanya unsur modern dlm masyarakat yg mencakup semua suatu system ekonomi simana tlh di pergunakan uang, urbanisasi yg teratur, intelegensia di bidang teknik & ilmu pengetahuan, & suatu sisitem administrasi yg baik.
2.        Adanya system pengumpulan keterangan dan analisis yg baik
3.        Terdapatnya sikap public yg baik terhadap usaha” perencanaan sosial tersebut.
4.        Adanya pimpinan eonomis dan politik yg progresif.
Sosiologi mempunyai kegunaan bagi proses pembangunan :
a.        Tahap perencanaan, untukmengidentifikasi.
a)        Kebutuhan” sosial
b)       Pusat perhatian sosial
c)        Lapisan sosial
d)       Pusat” kekuasan
e)        System dan saluran” komunikasi sosial
b.        Tahap pelaksanaan
a)        Identifikasi terhadap kekuatan” sosial dalam masyarakat
b)       Pengamatan terhadap peubahan” sosial yg terjadi
c)        Tahap evaluasi
Analisis terhadap efek” sosial pembangunan.
Pelbagai jenis penelitian sosiologis, seperti :
a.        Penelitian murni, yg bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan secara teoritis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar